Empat Warga Kab OKU Timur Terkena Ledakan, Amunisi Aktif Hendak Dijual Lalu Jatuh

OKU TIMUR, Peristiwaterkini – Empat warga kabupaten OKU Timur menjadi korban ledakan diduga amunisi aktif. Keempat korban terdiri dari tiga pria dan satu wanita. Peristiwa tersebut terjadi pada, Rabu (4/10/2023), sekitar pukul 16.30 Wib di Kelurahan Dusun Tebat Sari, Kecamatan Martapura.

Para korban rata-rata mengalami luka parah dibagian kaki dan tangan. Semuanya dilarikan ke RSUD Martapura dan masih dirawat secara intensif.

Keterangan sejumlah saksi kejadian, menerangkan jika amunisi itu hendak dijual di tempat pengepul barang bekas tersebut.

Naasnya, diduga tas yang membawa peluru itu terjatuh ke aspal lalu meledak, sehingga serpihannya mengenai empat orang korban.

Hal itu juga dibenarkan oleh Kapolres OKU Timur AKBP Dwi Agung Setyono, Sik, MH, yang mengatakan jika ledakan itu berasal dari selongsong sisa amunisi yang hendak dijual oleh dua orang yang juga ikut terkena serpihan dari ledakan peluru tersebut.

“Ledakan berasal dari selongsong peluru. Kemudian diduga adanya benturan sehingga terjadi ledakan,” kata Kapolres diwawancarai awak media di TKP, Rabu (4/10/2023) sore.

Dari ledakan ini, lanjut Kapolres, menyebabkan empat orang mengalami luka parah pada bagian kaki dan tangan.

Dua diantaranya adalah orang yang membawa selongsong peluru tersebut, dan dua lagi warga yang tengah berada disekitar TKP saat itu.

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga akan menyelidiki asal selongsong amunisi yang hendak dijual tersebut.

“Dari mana asal selongsongnya nanti akan kita lakukan pendalaman kepada kedua warga tersebut,” terangnya.

Pihak kepolisian juga nantinya akan berkoordinasi dengan pihak TNI untuk mengetahui asal amunisi aktif itu.

“Nanti kita akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti TNI, dari mana asal selongsong pelurunya. Sekarang mereka masih dirawat di RSUD Martapura,” ujarnya.

Terpisah, dari pihak RSUD Martapura menyebutkan nama-nama keempat korban tersebut diantaranya, Bambang (42) dan Agus (30) berasal dari kecamatan Buay pemuka peliung, lalu Sukamto (53) warga Banuayu terakhir wanita berumur 20 tahun yakni Lismayanti yang merupakan warga Tebat Sari.

Saat ini keempat korban masih menjalani perawatan intensif. Bahkan, diantaranya ada yang harus menjalani operasi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *