OKU, SUMSEL  

Bukan Ecek-Ecek, 82 Perkara Selesai, 10 Perkara Besar Masih Proses, Kajari OKU Musnahkan BB

Foto Gunawan peristiwaterkini : Pemusnahan Senpira oleh ketua BNN dan Barang Bukti lainnya di halaman Kejaksaan Negri Kabupaten OKU

OKU, Peristiwaterkini.id – kejaksaan Negri (Kejari) kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) hari ini memusnahkan barang bukti dari 82 perkara di halaman Kejari OKU, pada Kamis (13/7/2023).

Tahun 2023 kejaksaan Negri OKU dari bulan  Januari sampai Juli mempunyai 82 perkara yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (Inkracht) dengan amar putusan dari Pengadilan Negri Baturaja yang berbunyi Di Rampas Untuk Dimusnahkan.

Kepala kejaksaan Negri (Kajari) kabupaten OKU Choirun Parapat mengatakan, berbagai macam Barang Bukti dari tindak kejahatan kita musnahkan, yang terkait dengan tren perkembangan narkoba.

“Tahun ini saya bandingkan dengan tahun sebelumnya terjadi peningkatan tindak kejahatan, dan kita apresiasi teman – teman dari Kapolres telah berhasil dan masih 10 perkara besar lagi yang masih dalam proses,” katanya.

Penangkapan yang masih dalam proses ini bukan penangkapan Ecek-ecek atau sekali kecil, tentu ini menjadi perhatian kita semua, kita harus bersinergi, bagaimana kemudian mencari populasi yang pas untuk penekanan.

Kami melaporkan dari kejaksaan sudah melakukan pendekatan hukum, salah satunya ditingkat pendidikan SMP dan SMA, dan ini masih kurang,  kedepan kita rumuskan suatu langkah sinergitas untuk menyasar mekanisme dengan melibatkan kepala desa, tokoh pemuda dan ibu- ibu serta tokoh agama.

Nanti kita rumuskan secara formal bagaimana kedepan kita lakukan langkah persiapan, kalo ini tidak kita lakukan kita kewalahan, karena Kapolres, pengadilan, dan Kajari punya keterbatasan personil, dalam hal keamanan, dalam kesempatan ini akan kita rumuskan untuk meminimalisir terutama kejahatan yang ada di kabupaten yang kita cintai ini.

Penjabat (PJ) Bupati OKU H Teddy Meilwansyah dalam kesempatan ini mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk sinergi seluruh penegak hukum yang ada di kabupaten OKU, kejaksaan Negri, kepolisan, pengadilan Negri, Dandim, Pemkab OKU dan tidak lepas dari dukungan BNN OKU Raya.

“Ini jadi tanggung jawab kita bersama, kegiatan ini adalah suatu bentuk transparansi penegak hukum bahwa rangkaian ini menjadi stakeholder, sosialisasi masyarakat , edukasi kemasyarakatan bahwa penegak hukum mematuhi aturan hukum adalah harga mati,” ucap Teddy.

Dalam hal ini PJ Bupati sangat mendukung gagasan dari Kajari OKU, saya sangat mendukung Kajari atas inisiatif program Kajari serta teman – teman kejaksaan, dengan  adanya jaksa masuk sekolah.

“sebenarnya ini langka kita berikan memberikan edukasi, sosialisasi dari tingkat pendidikan SD, SMP dan SMA, sehingga dengan kerja keras kita anak – anak penerus bangsa bisa terhindar dari bahaya narkoba,” jelasnya.

Dengan adanya banyak Barang Bukti PJ Bupati OKU H Teddy menyadari angka kriminalitas di OKU masih tinggi dan masih terjadi, walaupun Kapolres dan semua OPD terbaik sudah mati – Matian menjaga keamanan,  namun masih saja pelaku kejahatan muncul.

“Mudah – mudahan dari kerja keras angka kriminal ini bisa kita turunkan bersama sama ,atas nama pemerintah OKU kami mengucap terimakasih dan apresiasi setinggi tingginya untuk penegakan hukum dan penurunan kriminalitas, serta tercipta suasana kondusif sehingga roda pemerintah dan pembangunan dapat berjalan dengan seksama,”tandasnya.

Adapun pemusnahan barang bukti tersebut, berupa Perkara Narkotika sebanyak 40 perkara yakni, Sabu – sabu sebanyak 104,646 (gram), Pil Ekstasi sebanyak 0,332 (gram).

Ganja sebanyak 93,076 (gram). Handphone sebanyak 10 Unit, Perkara Keamanan dan Ketertiban sebayak 23 perkara, dengan rincian, Senjata Api sebanyak 5 Pucuk, Senjata Tajam sebanyak 10 Bilah.

Butiran Amunisi Senjata Api Air Soft Gun sebanyak 93 Butir, Perkara Orang dan Harta Benda sebanyak 19 Perkara berupa Pakaian yang terdiri dan Baju, Celana dan Lain-lain.(gun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *