Mantan Direktur PTBA Serta Dua Tersangka Lainnya Ditahan Kejati Sumsel, Indikasi Korupsi Rp 100 Miliar

Foto: Penyidik Pidsus Kejati Sumsel mengenakan rompi tahanan kepada mantan Direktur Usaha PT Bukit Asam (PTBA) Tbk Anung Dri Prasetya

Palembang, Peristiwaterkini.id – Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan menetapkan tiga tersangka dalam kasus korupsi yang berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp 100 miliar, pada Rabu (21/6/2023).

Ketiga tersangka tersebut atas nama mantan Direktur Usaha PT Bukit Asam (PTBA) Tbk Anung Dri Prasetya, ketua Tim Akuisisi Penambangan PTBA Saiful Islam, dan Tjahyono Imawan pemilik PT SBS sebelum diakuisisi oleh PTBA.

Ketiga tersangka langsung dilakukan penahanan di Rutan Tipikor Pakjo Palembang, terkait proses akuisisi saham PT Satria Bahana Sarana SBS oleh PTBA melalui anak perusahan PT Bukit Multi Investama (BMI).

Kasi Penkum Kejati Sumsel Vani Yulia Eka Sari SH MH, mengatakan bahwa arahan dari Jaksa Agung dengan Mentri BUMN untuk melaksanakan program bersih-bersih BUMN, tim penyidik bidang pidana Khusus Kejati Sumsel telah menetapkan tiga orang tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel.

“Tim penyidik telah mengumpulkan alat bukti dan barang bukti sehingga dengan bukti permulaan yang cukup telah menetapkan tiga orang tersangka yakni AP selaku Direktur Pengembangan Usaha PTBA tahun 2013, SI selaku Ketua Tim Akuisisi Saham pengambil alihan PT SBS dan TI selaku pemilik PT SBS sebelum diakuisisi oleh PTBA melalui PT Bukit Multi Investama,” jelas Vanny.

Vanny menjelaskan, sebelumnya para tersangka telah di periksa penyidik sebagai saksi dan berdasarkan hasil pemeriksaan sudah cukup bukti bahwa tersangka terlibat dalam perkara ini.

“Sebab itu pada hari ini, statusnya ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka. Dan untuk para tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di rutan Tipikor Pakjo Palembang, yang terhitung mulai dari tanggal 21 Juni 2023 sampai dengan 10 Juli 2023, jelasnya

Vanny menambahkan, sebagaimana di atur dalam pasal 21 Ayat (1) KUHP dikhawatirkan para tersangka melarikan diri kemudian menghilangkan barang bukti atau mengulangi tindak pidana. dalam penyidikan perkara tersebut, potensi kerugian negara sebesar Rp100 miliar. Adapun perbuatan tersangka melanggar pasal primer Pasal 2 Ayat 1 jo Pasal 18 tentang Undang Undang Tindak Pidana Korupsi dan subsider Pasal 3 jo Pasal 18 Undang Undang Tindak Pidana Korupsi.

“Dalam perkara ini, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi sebanyak 35 orang. Saat ini tim penyidik juga masih mendalami alat bukti keterlibatan pihak-pihak lain yang akan dimintai pertanggung jawaban dalam perkara ini,” Tandas Vanny.

Diketahui, Penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, kembali menggeledah kantor PT Bukit Asam dan PT BMI di Jakarta, yang sebelumnya Penyidik telah menggeledah kantor PTBA di Tanjung Enim beberapa waktu lalu.

Penggeledahan dilakukan terkait kasus dugaan korupsi akuisisi saham PT Bukit Asam. Penggeledahan tersebut dilakukan untuk mencari dokumen yang tidak ditemukan saat penggeledahan di Tanjung Enim beberapa waktu lalu.

Saat penggeledahan, ada sekitar 60 dokumen yang didapatkan di dua lokasi di Jakarta dan Muara Enim.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *