Maulidi Lakukan 22 Adegan Pembunuhan Istrinya

Foto : Rekontruksi pembunuhan yang di lakukan oleh Maulidi di gelar oleh Polres OKU

OKU, Peristiwaterkini.id – Kasus pembunuhan Siti Rahma warga RT 07 RW 03 Kelurahan sekarjaya kecamatan Baturaja Timur, yang menghadirkan tersangka Maulidi yaitu suaminya sendiri dilakukan rekontruksi ulang oleh pihak Polres OKU hari ini, Selasa (20/6/2023).

Dalam reka ulang tersangka  Maulidi memperagakan bagaimana awal mula Maulidi membunuh istrinya hingga tewas dan dirinya pergi meninggalkan rumah.

Rekontruksi ulang digelar di ruang unit PPA Polres OKU, selain menghadirkan tersangka untuk melakukan reka ulang dalam kasus tersebut, juga dihadiri oleh kasat Reskrim Polres OKU AKP Zanzibar Zulkarnain, Kanit Pidum IPDA Bustami, Kajari OKU diwakili oleh Kasubsi Intel Abdullah Arby, kuasa hukum tersangka Aprizal SH dan 6 orang saksi.

Dalam reka ulang yang di peragakan oleh tersangka, sebanyak 22 adegan di peragakan oleh Maulidi di depan para saksi dan pihak kepolisan.

Kapolres OKU AKBP Arif Harsono melalui Kasatreskrim AKP Zanzibar Zulkarnain mengatakan, pelaksanaan reka ulang adegan semula akan dilakukan di TKP yaitu rumah korban. Lantaran situasi serta kondisi yang tidak memungkinkan maka rekontruksi dilakukan di ruang Unit PPA Polres OKU.

“Tadi Anggita sudah cek ke TKP bersama anggota penyidik, dan pihak kejaksaan, Namun situasi di daerah rumah korban tidak memungkinkan untuk dilakukan rekonstruksi,” kata AKP Zanzibar.

Dalam reka ulang semuanya di peragakan oleh tersangka dari awal kejadian hingga tersangka pergi dari rumah.

“Diawal reka adegan, Tersangka masih sempat berbaring bersama istrinya dikamar meminta untuk berhubungan suami istri. Namun, istrinya menolak dengan mengatakan “dasar laki -laki tak bertanggung jawab, taunyo main Bae” sehingga Maulidin tersinggung,” ungkap AKP Zanzibar.

Karena keinginannya untuk melakukan hubungan intim tidak di penuhi sang istri, tersangka pergi ke dapur dan menyelipkan sebilah pisau dapur lalu kembali lagi ke kamarnya. Saat itu sang istri masih duduk di atas ranjangnya dan Maulidi tiba – tiba langsung menusuk istrinya.

“Tusukan pertama istrinya sempat berupaya berdiri, namun di dorong oleh Maulidi, dan istrinya jatuh, tersangka kembali menusuk istrinya sebanyak 2 kali di bagian perut,” jelasnya.

Dilanjutkan Kasatreskrim, dalam kejadian tersebut setelah korban mengalami tusukan sebanyak 3 kalo, Siti Rahma yang merupakan korban berlari kearah ruang tengah keluarga rumahnya, dengan maksud membuka pintu depan.

Namun belum sempat membuka kunci pintu, Maulidi mengejar dan kembali menusuk istrinya dari belakang. “Saat istrinya keluar kamar, sebetulnya anak korban sempat melerai, namun Maulidi tak menghiraukan justru mengejar hingga kedepan pintu dan kembali menusuk istrinya sebanyak 2 kali,” jelasnya.

Setelah korban tergeletak, tersangka yaitu Maulidi pergi ke kamar mandi untuk mencuci pisau yang telah digunakan menusuk istrinya, lalu dirinya kembali ke dapur untuk menyimpan pisau tersebut.

“Usai kejadian Maulidi berpamitan kepada anaknya sambil membawa tas ransel yang telah di persiapkan untuk pergi dari rumahnya melewati pintu belakang rumahnya,” jelasnya.

Setelah Maulidi pergi meninggalkan rumah, anak korban inisial DW lalu pergi ke rumah tetangganya untuk meminta pertolongan, setelah itu DW menceritakan bahwa ibunya telah ditusuk oleh ayahnya sendiri.

“Kemudian, saksi Pebri dan Ucok melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat ,” ucap Kasatreskrim.

Selain reka adegan pembunuhan yang dilakukan Maulidi, dalam reka adegan juga di peragakan penangkapan tersangka yang hendak pergi ke kecamatan Lengkiti.

“Tidak hanya reka ulang tersangka membunuh istrinya namun kita juga peragakan bagaimana Maulidi di tangkap Tim Resmob Singa Ogan saat akan menaiki sebuah mobil menuju Sundan,” katanya.

Dalam kasus pembunuhan tersebut, Maulidi di ganjar dengan pasal 338 KUHP atau pasal 44 UU nomor 23 tahun 2004 tantang KDRT, dengan ancaman 15 tahun penjara, Tandasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *