Timbun 80 Jerigen BBM, Imam Diamankan Polisi

OKU TIMUR, Peristiwaterkini.id – Usai menimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) Imam Muhtadin harus berurusan dengan kepolisian usai di ketahui di kediamannya.

Kapolres OKU Timur AKBP Dwi Agung Setyono,S.I.K.,M.H, Didampingi Kasat Reskrim AKP Hamsal,S.H.,M.H, melalui Kasi Humas AKP H. Edi Arianto, membenarkan mengamankan Imam Muhtadin (28) seorang Wiraswasta, warga Desa Negeri Agung Jaya, Kecamatan Bp. Peliung, Kabupaten OKU Timur, Jumat (16/6/2023).

“Sebanyak 80 buah jerigen berhasil di amankan oleh pihak kepolisian dengan ukuran 35 Liter berisi BBM jenis pertalite, dimana masing-masing jerigen berisi 34 liter BBM jenis pertalite, dari 80 jerigen berisi Pertalite tersebut disimpan di dalam rumahnya,” katanya.

Dikatakan AKP Edi, pada rabu, (14/6/2023) Rabu sekitar pukul 22.00 wib  Anggota Unit Pidsus Sat Reskrim POLRES OKU Timur mendapat adanya laporan dan informasi dari masyarakat terhadap adanya kegiatan penimbunan BBM jenis Pertalite.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat adanya penimbunan BBM didalam sebuah rumah dalam jumlah yang banyak tanpa dilengkapi dengan dokumen dan izin yang resmi di Rt. 06 Rw. 02 Desa Negeri Agung Jaya, kecamatan BP Peliung, Kabupaten OKU Timur,” jelasnya.

Selanjutnya, personil Unit pidsus Sat Reskrim Polres OKU Timur yang di pimpin oleh Kanit Pidsus IPDA Wilson Hutahaen, SH langsung mendatangi lokasi yang dimaksud untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

“Pada saat dilakukan giat penyelidikan personil Unit Pidsus mendapatkan bahwa benar pelaku menjadikan rumah nya sebagai tempat untuk menyimpan dan menimbun BBM jenis Pertalite dalam jumlah yang banyak,” bebernya

Kemudian, personil unit pidsus langsung mengamankan pelaku berikut dengan 80 buah jerigen ukuran 35 liter yang berisikan BBM jenis Pertalite dari dalam rumahnya kemudian dibawa ke Polres Okut untuk dilakukan pengambilan keterangan.

“Ketika di interogasi yang bersangkutan mengatakan bahwa kegiatan jual beli BBM bersubsidi jenis Pertalite tersebut dilakukan tersangka sudah selama 3 bulan,” pungkasnya

AKP Edi juga menambahkan, Dalam perkara tindak pidana Setiap Orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak, bahan bakar gas dan/atau liquefied petroleum as yang disubsidi dan/atau penyediaan dan pendistribusiannya diberikan penugasaan pemerintah.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 angka9 UU RI No.6 Ta. 2023 Tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU No. 2 Ta. 2022 Tentang Cipta Kerja menjadi Undang undang Jo Pasal 55 UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi.

“Pada hari kamis Juni 2023 dilakukan penetapan tersangka terhadap pelaku berdasarkan hasil gelar perkara kemudian dilakukan penangkapan tersangka dan dilakukan proses Penyidikan,” tutupnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *