Tiga Komisioner Bawaslu Prabumulih Divonis Hingga 4 Tahun Penjara

PALEMBANG, Peristiwaterkini.id – Tiga Komisioner Bawaslu kota Prabumulih di Vonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Negri Palembang, masing-masing 3 tahun 10 bulan dan empat tahun penjara.

Ketiga komisioner tersebut yaitu Herman Julaidi, M Iqbal Rivana dan Iin Susanti yang terjerat dalam kasus korupsi dana hiba Anggaran tahun 2017-2018.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Herman Julaidi dan M Iqbal Rivana selama Empat tahun dan terdakwa Iin Susanti pidana penjara selama tiga tahun 10 bulan, dikurangi selama para terdakwa berada dalam tahanan,” kata kakim ketua Sahlan Effendi dalam persidangan, Selasa (6/6/2023).

Tidak hanya hukuman kurungan penjara saja, namun Majelis hakim juga menghukum para terdakwa dengan pidana denda masing-masing senilai Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan penjara, dan tiga terdakwa pindan tambahan untuk mengembalikan uang pengganti atas kerugian negara senilai Rp 210 juta.

Dalam penilaian Majelis Hakim, para terdakwa tidak melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap pengeluaran dana hibah Bawaslu Prabumulih dalam kegiatan pelaksanaan pemilihan kepala daerah, sehingga unsur menguntungkan diri sendiri dan orang lain atau korporasi telah terpenuhi.

Adapun hal tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Juncto, Pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dalam UU Nomor 20 tahun 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Juncto Pasal 55 ayat (1), Pasal 64 KUHP yang disangkakan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Prabumulih terhadap para terdakwa.

Setelah mendengar pembacaan putusan Majelis hakim, ketiga terdakwa menyatakan pikir-pikir untuk melakukan banding.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Prabumulih dalam sidang tuntutan, Jumat (5/5) memaparkan, seperti pasal yang didakwakan, para terdakwa melakukan permintaan dan penerimaan dana hibah tahun 2017- 2018 untuk kepentingan pribadi.

Kemudian, ketiga terdakwa juga menyetujui dan menandatangani laporan penggunaan dana hibah tahun 2017-2018 pada Panitia Pengawas Pemilu Kota Prabumulih yang tidak sesuai peruntukan sebagaimana tercantum di dalam naskah perjanjian hibah daerah (NPHD).

Berdasarkan penghitungan ahli dari BPKP Sumsel atas perbuatan para terdakwa itu ditemukan telah menimbulkan kerugian negara senilai Rp1,8 miliar. Sementara total dana hibah yang diterima Bawaslu Prabumulih dari APBD Pemerintah Kota Prabumulih tahun 2017-2017 senilai Rp5,7 miliar.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *