Warga OKU Timur Ditangkap, Lantaran Membakar Hutan Untuk Berkebun

OKU, Peristiwaterkini.id – Warga OKU Timur berinisial RJ alias OJ (31) pelaku pembakaran lahan, berhasil diamankan jajaran Polres OKU, di talang Tanjung Sari Desa Lubuk Batang Kecamatan Lubuk Batang Kabupaten OKU, Jumat, (2/6/2023) sekira pukul 9.30 WIB.

Kapolres OKU AKBP Arif Harsono saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah mengamankan tersangka pembakaran lahan.

Menurut Kapolres tersangka melakukan pembakaran lahan di titik koordinat 4.056944,104.238333, pembakaran lahan tersebut dilakukan pada Senin (28/5/2023) lalu.

Tersangka adalah seorang petani di kecamatan Martapura Kabupaten OKU Timur, kasus pembakaran lahan menjadi atensi polisi, bahkan Kapolres OKU bersama jajaran Polsek Lubuk Batang langsung turun ke lapangan ikut memadamkan api.

Dalam kejadian ini Kapolres juga ikut masuk kedalam lahan yang dibakar dan langsung memadamkan api secara manual yang di ikuti oleh personil Polsek Lubuk Batang.

Berdasarkan hasil interogasi, menurut Kapolres, awalnya RJ alias OJ mengakui membakar lahan untuk membuka kebun.

Pelaku menjelaskan membakar lahan dengan cara gulma di areal tersebut di babat serta pohon-pohon di tebang dengan mesin chainsaw.

Setelah kering barulah di bakar sedikit demi sedikit, ditempat kejadian (TKP) polisi menemukan 12 titik areal bekas Bakaran.

Dikesempatan itu Kapolres menjelaskan, saat ini tersangka sedang dalam proses pemeriksaan (BAP)oleh unit pidsus polres OKU, polisi juga sudah mengambil keterangan kepada beberapa saksi.

Dalam kejadian ini polisi juga sudah mengamankan barang bukti berupa sisa bensin dalam botol bekas air mineral, satu botol kemasan oli warna merah, satu kemasan oli warna abu – abu, dua helai baju, ember warna hitam dan satu buah jerigen warna putih yang telah dipotong.

Dalam kasus ini Polisi terus melanjutkan periksaan, terhadap dugaan tersangka, dan sudah memeriksa saksi-saksi dan gelar perkara.

Kapolres menegaskan, dalam KUHP pasal 187 menyatakan barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir diancam pidana penjara paling lama 13 tahun.

Jika timbul bahaya bagi barang, pidana penjara paling lama 15 tahun, jika timbul bahaya bagi nyawa orang lain pidana penjara seumur hidup atau selama waktu yang ditentukan paling lama 20 tahun.(*).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *