Getah Karet Turun Akibat Penyakit Jamur

OKU, Peristiwaterkini.id – Penyakit gugur daun pada tanaman karet menjadi keluhan dan momok menakutkan bagi petani karet saat ini.

Pasalnya penyakit tanaman ini berujung pada penurunan produktivitas getah karet yang cukup signifikan.

Salah satu seorang petani getah karet Slamet Riyadi asal Desa Batumarta II kecamatan Lubuk Raja mengatakan turunnya pendapatan getah karet ini, mencapai angka 30 persen lebih, dari pendapatan normal.

“Pendapatan getah Anjlok kalo sekarang, biasanya untuk timbangan 2 mingguan itu, perhektarnya bisa 150-200kg, sekarang paling banter cuma 120kg,” tuturnya.

Menurut dia, penurunan hasil sadapat ini, membuat masyarakat resah. Karna memang, pendapatan utama masyarakat setempat, hanya dari menyadap karet.

Sementara Yani Purwono, warga desa Battu Winangun desa tetangga menyatakan hal serupa. Menurutnya, kondisi penyakit gugur daun ini, telah terjadi dalam 3 tahun terakhir.

“Tapi di 2 tahun ini, gugur daun itu bisa sampai 4 kali setahun,” katanya.

Yang juga membuat masyarakat setempat resah, kondisi gugur daun ini, baru dapat normal kembali dalam 3 bulan, setelah semua daun karet gugur, dan memunculkan daun baru.

“Dari gugur daun sampai daun normal lagi, itu getah karetnya sangat sedikit,” tambahnya.

Masyarakat setempat mengharapkan Organisasi perangkat daerah (OPD) dapat turun dan memberikan solusi untuk masalah penyakit tanaman ini.

Sebagai informasi, desa battu winnagun tran Batumarta Unit 1 ini, setidaknya berjumlah 1300an Kepala Keluarga.

Rata-rata, masing masing kapita memiliki 1-2hektar kebun karet, yang menjadi sumber penghidupan.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pertanian dan perkebunan OKU Husmin SP MM saat dijumpai di ruang kerjanya menyatakan, penyakit gugur daun pada tamanan karet, disebabkan oleh sejumlah Faktor.

Mulai kelembaban kondisi udara, dan curah hujan yang tinggi, dengan kondisi tanaman yang lemah, kekurangan nutrisi, sistem ekploitasi yang berat dan pengendalian penyakit sebelumnya yang tidak tuntas yang menyebabkan penyakit ini semakin parah.

“Salah satu cara penanganannya ya di sempot atau disiram pada daun, tapi ini butuh sarana, dan harus dilalukan dalam skala besar, karena jika 1 area masih ada yang belum melalukan pengendalian, ada kekhawatiran terjadi perpindahan jamur dari areal yang belum ditangani tadi,” terangnya.

Dirinya juga menyatakan, gugur daun ini disebabkan oleh jamur.

“Kalau sudah ratusan hektar, artinya penyemprotan dari udara, tapi kan sulit, karena sarananya yang membuat sulit,” tambahnya.

Nah, terdapat beberapa jenis penyakit gugur daun pada karet.

Pertama, Penyakit gugur daun Colletotrichum gloeosporioides, daun muda yang terserang akan mengeriput, menggulung, ujung daun mati, dan gugur sedangkan pada daun tua terdapat bercak kecil berwarna hitam, berlubang, dan bagian ujung mati.

Kedua, Penyakit gugur daun Pestalotiopsis sp, menyerang daun tua dan terbentuk bercak berukuran 0,5 – 2 cm yang terus melebar sehingga jaringan di sekitarnya mengalami nekrosis pada tengah daun.  Helaian daun menguning secara sporadis lalu gugur. 

Ketiga, Penyakit gugur daun Oidium heveae, menyerang daun muda, kuncup bunga dan jaringan muda.  Daun yang terserang terlihat berwarna hitam, lemas mengeriput, dan berlendir. Di bawah permukaan daun terdapat bercak putih seperti tepung halus yang terdiri dari benang hifa dan  spora jamur sehingga penyakit ini disebut juga dengan penyakit embun tepung.

Terakhit, Penyakit gugur daun pada tanaman karet lainnya adalah penyakit gugur daun Corynespora cassiicola dan penyakit gugur daun Fusicoccum sp.  Penyakit gugur daun Corynespora cassiicola, menyerang daun yang masih muda sehingga timbul bercak hitam menyirip pada tulang daun seperti sirip ikan dan warna daun menjadi kuning atau cokelat kemudian gugur. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *