Rugikan Negara Rp 3,3 M, Tiga Pejabat Bawaslu OKU Selatan Ditahan

Tiga pejabat Bawaslu OKU Selatan resmi dìtetapkan sebagai tersangka dan langsung dìtahan atas dugaan kasus korupsi dana hibah Pilkada 2019 hingga 2021. Foto: Kolase/istimewa

OKU SELATAN, Peristiwaterkini.id – Tiga penjabat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) resmi di tetapkan Kejari OKU Selatan sebagai tersangka.

Atas kasus dugaan korupsi ketiganya langsung di lakukan penahanan atas dugaan korupsi dana pilkada tahun 2019 sampai dengan 2021.

Terungkap saat Kejari OKU Selatan melakukan press conference bersama para kasi  Kamis (4/5/2023).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) OKU Selatan Dr Adi Purnama SH MH mengatakan, tiga tersangka ditahan ini merupakan tindak lanjut hasil Tim Jaksa Penyidik.

Dimana, setelah melakukan penyidikan berdasarkan surat perintah penyidikan nomor 03/L 6.23/Fd.1/01/2023 tanggal 02 Januari 2023.

“Kasus ini ang menjerat ketiga tersangka ini di duga tindak pidana korupsi pengelolaan dana Hiba pilkada serentak T.A. 2019 hingga 2021,” katanya.

Dalam hasil audit kerugian dari kasus tersebut dengan total nilai anggaran sebesar Rp 15 miliar.

Adapun tiga tersangka yang di tahan Kejari yakini berinisial HA selaku Ketua komisioner Bawaslu OKU Selatan tahun 2019 – 2021.

Kemudian, BH selaku koordinator sekretariat Bawaslu OKU Selatan 2019 sampai sekarang.

Sedangkan, CPW selaku Bendahara Bawaslu kabupeten OKU Selatan 2019 sampai sekarang.

Sementara, kasi Intelijen Kajari OKU Selatan Aci jaya Saputra SH mengatakan, penyidikan kasus tersebut berawal dari surat BPKP Provinsi Sumatera Selatan Nomor PE.04.02/SR-134/PW07/5/2023, Perihal Laporan Hasil Audit PKKN.

“Ada penemuan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penggunaan Dana Hibah Bawaslu Kabupaten OKU Selatan yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2019 dan 2020,” katanya.

Dalam laporan hasil audit menurut Aci, penghitungan kerugian keuangan negara tersebut, telah terjadi penyimpangan yang menimbulkan kerugian keuangan negara.

Angka kerugiannya sebesar RP 3.330.518.411.00 (tiga miliar tiga ratus tiga puluh juta lima ratus delapan belas ribu empat ratus sebelas rupiah).

” Dari hasil penyidikan, jadi sebenarnya dari tanggal 6 april 2023 yang lalu, kita kejaksaan OKU Selatan sudah mendapatkan dan menemukan alat bukti yang sah dalam kasus ini,” ungkapnya.

Sebab itulah, Kajari OKU Selatan melakukan penahanan terhadap ketiga pejabat Bawaslu tersebut.

“Dan hari ini kita lakukan penahanan tersangka dengan pertimbangan mempercepat pemberkasan dan pelimpahan ke persidangan,” jelasnya.

“Dari pasal yang disangkakan, ancaman yang bisa diterima tersangka ini yakni maksimal 20 tahun penjara,” Tandasnya. (*).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *