Perusahaan Wajib Bayar THR Selambat – Lambatnya H-7

Foto : Kabid Hubungan Industrial Ivan Saputra

OKU, Peristiwaterkini.id – Jelang Hari Raya Idul Fitri, Tunjangan Hari Raya (THR) memang menjadi hal yang ditunggu – tunggu bagi setiap pekerja (karyawan) di mana – mana, tak terkecuali di Kabupaten OKU. Namun terkadang, masih ada perusahaan atau lembaga pemberi kerja yang seakan lupa atau telat dalam memberikan hak pekerja nya bahkan hingga detik akhir perayaan idul Fitri.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabuoaten OKU telah menghimbau kepada para pelaku usaha atau perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja untuk tidak lalai dalam memberikan THR kepada seluruh karyawan nya masing – masing. Hal itu di sampaikan PLT kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten OKU Helmi Purnomo SE melalui Kepala Bidang Hubungan industrial (HI) Ivan Saputra SH saat di bincangi di ruang kerjanya pada Kamis (6/4/2023).

“Sesuai dengan surat edaran kementian Ketenaga kerjaan RI dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan, kita sudah himbau kepada setiap perusahaan dan pemberi kerja yang ada di OKU untuk segera menyalurkan THR paling lambat 7 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri,” ujar Ivan.

Dijelaskan Ivan besaran THR yang harus dibagikan perusahaan kepada karyawan nya adalah sebesar 1 bulan upah bagi pekerja yang telah bekerja selama minimal 1 tahun. Sementara bagi karyawan yang baru bekerja atau di bawah 1 tahun akan di bayar secara proporsional.

“Nah, bagi perusahaan yang tidak membayarkan THR bagi karakyawan nya, tentu ada sanksi yang akan di kenakan pada perusahaan itu. Jangan kan tidak mbayar, telat saja itu sudah kena sanksi denda serta sanksi administratif sesuai dengan PP nomor 36 tahun 2021 tadi,” jelasnya.

Dikonfirmasi mengenai jumlah perusahaan yang ada di OKU, Ivan mengatakan dari data yang diterima pihaknya ada sebanyak 200 perusahaan lebih di OKU baik perusahaan besar maupun perusahaan mikro.

“Kalau jumlah nya ada sekitar 200 perusahaan,” kata dia.

Dibincangi terkait adanya keringanan bagi perusahaan untuk membayar THR di tahun 2203 ini, Ivan mengaku tak ada lagi keringanan bagi perusahaan. Hal ini berbeda jika di bandingkan 2 tahun lalu di mana kabupaten OKU di landa pandemi Covid.

“Kalau pada masa Pandemi Covid tahun 2020 dan 2021 lalu memang ada keringanan bagi perusahaan untuk membayar THR. Misal nya dengan cara mencicil, mengingat kondisi perusahaan kala itu banyak yang kesulitan keuangan. Namun sepertinya tahun ini tidak ada lagi keringanan, terutama suntuk perusahaan besar dimana perusahaan harus membayar full 1 bulan upah. Sementara untuk perusahaan mikro bisa dengan berdasarkan kesepakatan,”tegasnya.

Saat ini sambung Ivan, untuk mengantisipasi adanya laporan dari para karyawan yang tak menerima THR, pihaknya telah membuka posko. “Kita standby di kantor, jika ada yang melaporkan perusahaan nya tidak membayar THR silahkan laporkan,” Pungkasnya.(Lee)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *