Proyek GSC Mangkrak, Kajari OKU Timur Angkat Bicara Segera Lakukan Kordinasi

Kajari OKU Timur Andri Juliansyah (kanan) dìdampingi Kasi Intelijen A. Arjansyah Akbar saat dìmintai tanggapan terkait pembangunan GSC yang saat in terbengkalai

OKU TIMUR, Peristiwaterkini.id – Kepala Kejaksaan Negri OKU Timur Andri Juliansyah, SH,MH, Melalui Kasi Intelijen Achmad Arjansyah Akbar, SH, MH, MSi, angkat bicara terkait proyek Gedung Sport Center (GSC) yang mangkrak.

Pihaknya akan segera melakukan koordinasi kepada pemerintah kabupeten (Pemkab) OKU Timur untuk meminta kejelasan status proyek tersebut.

Pasalnya, proyek GSC ini sudah lama di bangun, namun belum ada keterangan apakah proyek tahap pertama ini akan di lanjutkan.

“Dalam hal ini kita mengikuti pemberitaan perkembangan proyek tersebut, apakah proyek tersebut akan segera dilanjutkan pembangunannya, mengingat kondisi bangunan proyek itu sudah lama dan mulai banyak kerusakan,” katanya, Jumat (31/3/2023).

Dengan kondisi bangunan, lanjutnya , yang mulai usang dimakan waktu tanpa adanya perawatan tentunya kekuatan proyek tersebut harus ditinjau ulang lagi.

“Ya masalah teknis tentunya dinas terkait yang lebih memahami apakah proyek itu masih pantas diteruskan atau harus direhab lagi, karena memang sudah tiga tahun terbengkalai tanpa adanya pengawasan atau perawatan. Hal tersebut bisa kita lihat langsung kondisi bangunan saat ini,” Tandasnya.

Sebelumnya banyak di beritakan, kabupaten OKU Timur pada tahun 2020 lalu mendapatkan bantuan pembangunan dan rehap gedung olahraga dari pemerintah provinsi Sumatra Selatan Melalui dana CSR PT Bukit Asam (BA) yang bernilai Miliaran Rupiah.

Saat ini Kondisi bangunan GSC Martapura yang terletak di Komplek Perkantoran Pemkab OKU Timur, Desa Kota Baru Selatan yang menggunakan dana bantuan dari CSR PT Bukit Asam ke Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan nilai proyek sebesar Rp 7 Miliar lebih terlihat kondisinya semakin buruk dan tinggal menunggu roboh.

Sedangkan untuk perbaikan stadion mini Tebat Sari Pemprov Sumsel menggelontorkan biaya sebesar Rp 8.023.967.970 yang juga berasal dari dana CSR tersebut.

Pembangunan GSC terlihat disia – siakan oleh pemkab OKU Timur, hal ini terlihat dari keadaan pembangunan gedung yang telah usang dan kotor dipenuhi tumbuhan, rumput yang tak terawat sama sekali.

Pembangunan GSC ini mulai dibangun pada bulan Agustus 2020 lalu, saat itu Gubernur Sumatra Selatan H Herman Deru langsung melakukan peletakan batu pertama.

Pantauan di lokasi, pembangunan GSC tahap pertama yang menelan dana mencapai Rp 7 miliar lebih ini, progres pembangunannya baru berupa pembuatan struktur, pondasi, slub, kolom, balok dan proses pembuatan tribun. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *