Berkas Lengkap, Dua Mantan Kades Korupsi Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri OKU

Foto : Berseragam merah dan tangan terborgol, kedua mantan kades di OKU tampak pasrah saat di limpahkan ke Kejaksaan Negeri OKU

OKU, Peristiwaterkini.id – Jika pada Selasa (28/3/2023) dua mantan kades di Kabupaten OKU yang terlibat korupsi dan pungli masih berseragam orange, maka pada Rabu (29/3/2023) keduanya telah berseragam merah. Hal ini lantaran keduanya telah dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri OKU oleh penyidik Tipidkor Polres OKU.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri OKU Choirun Parapat SH MH saat dikonfirmasi rabu (29/3/2203). Choirun mengakui pihaknya telah menerima 2 tersangka beserta barang bukti perkara tindak pidana Korupsi dari penyidik polres OKU. Berkas perkara dan ke 2 tersangka tersebut diterima Kajari OKU Choirun Parapat melalui Kasi Pidsus Yery Tri Mulyawan SH dan Kasi Intel Variska Ardina Kodriyansah SH.

Choirun Parapat SH MH mengatakan ke 2 tersangka yang diterimanya merupakan tersangka kasus pungutan liar dalam pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistrmatis Lengkap (PTSL) di Desa Bindu Kecamatan Peninjauan tahun anggaran 2018 dengan tersangka Saherman.

“Saherman ini didakwa dengan pasal 12 huruf e atau pasal 21 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 200,” Ujar Choirun Parapat.

Lalu kata dia, juga diterima tersangka tindak pidana Korupsi pada penggunaan dana Desa pada bidang pembangunan Desa dan Dana Penyertaan Modal Desa (BUMDES) yang bersumber dari dana APBN pada Desa tanjung Sari Kecamatan Pengandonan tahun anggaran 2018 dengan tersangka Jon Hendra.

“Untuk Joon Hendra didakwa dengan primer pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 subsider pasal 3 jo pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah di ubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU RI Nomor 31 tahun 1999,” katanya.

Saat ini beber Kajari, pihaknya telah menaikkan status keduanya dari tersangka menjadi terdakwa dan mempersiapkan surat dakwaan terhadap keduanya dan akan segera melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang.

“Saat ini penuntut umum telah melakukan pemahaman terhadap kedua terdakwa di rumah tahanan negara (Rutan) kelas IIB Baturaja.l selama 20nhari kedepan terhitung sejak tanggal 29 Maret hingga 17 April 2023,” beber Kajari.

Penyerahan terdakwa dan barang bukti (tahap 2) tersebut dilakukan lantaran berkas perkara telah dinyatakan lengkap (P21) dan telah memenuhi syarat untuk dapat dilimpahkan kepengadilan tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri kelas 1A Palembang.(Lee)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *