Luar Biasa, ‘Siraja Jalanan’ Ciptakan Kemacetan Ditiga Titik Sekaligus

Foto : Truk batubara yang mengalami kerusakan

OKU, Peristiwaterkini.id – Lagi dan lagi, seperti tak ada hentinya truk – truk besar pengangkut Emas Hitam (Batubara) menjadi momok penyebab kemacetan di jalan lintas tengah (Jalan Lintas Sumatera) khusunya di wilayah Kabupaten OKU. Seperti yang terjadi pada Sabtu (18/2/2023) setidaknya ada 3 titik kemacetan sekaligus yang disebabkan oleh truk angkutan batubara itu.

Dari informasi yang diperoleh di lapangan, dominasi kemacetan dilandasi truk besar itu mengalami kerusakan fatal lantaran tak kuat menahan beban tonase yang berlebih serta kondisi jalan yang kian hancur oleh mobilisasi kendaraan bertonase besar seperti truk batubara itu sendiri. Seperti dikatakan Peb, salah seorang sumber yang merupakan warga di wilayah Kecamatan Ulu Ogan, di hari Sabtu ada 3 titik kemacetan yang parah akibat mobil pengangkut Batubara.

“Ada 3 titik kemacetan sepeti di Gunung Kuripan kecamatan Pengandonan, Simpang Imam Kecamatan Ulu Ogna serta Simpang Meo kabupaten Muara Enim. Arus lalu lintas lumpuh total dari rah muara Enim menuju Lampung maupun sebaliknya. Sebab mobil itu rusak tepat di tengah jalan,” ujar Peb Sabtu (18/2/2023).

Sementara itu Kapolres OKU AKBP Arif Harsono melalui Kasat Lantas AKP Dwi Karti Astuti didampingi Kanit Turjawali Aiptu Andi Hendrianto ketika dikonfirmasi membenarkan terjadinya kemacetan panjang di wilayah desa gunung kuripan kecamatan Pengandonan akibat mobil truk batubara yang mengalami kerusakan. Dia menjelaskan kejadian truk batubara itu rusak sejak Jum’at malam sehingga ketiak Sabtu pagi di saat mobilitas masyarakatulai tinggi hingga terjadilah kemacetan.

“Iya benar telha terjadi kemacetan, dan hingga kini kondisi arus lalu lintas masih lumpuh. Saat ini kita telah menerjunkan 15 personel Anggota satlantas polres OKU dibantu anggota Polsek Pengandonan serta anggota Babinsa Koramil Pengandonan untuk berupaya mengurai kemacetan,” Kata Aiptu Andi dikonfirmasi melalui saluran telpon.

Andi juga tak menampik bahwa selain di gunung kuripan kemacetan juga terjadi di perbatasan kabupaten OKU dan Kabupaten Muara Enim. Namun dirinya beserta Anggita masih memfokuskan penguraian kemacetan di wilayah Hukum Polres OKU.

“Kemacetan juga terjadi di simpang imam hingga ke simpang Meo. Namun kita masih berjibaku di wilayah hukum polres OKU. Saat ini sedikit demi sedikit kendaraan telah terurai, namun kendaraan masih dalam kondisi padat merayap,” Lanjut Andi.

Kanit Turjawali kembali menghimbau kepada masyarakat OKU atau pengguna jalan lain nya yang hendak bepergian menuju Kabupaten Muara Enim untuk sementara waktu agar mengambil jalur alternatif. Hal ini guna menghindari penambahan tumpukan kendaraan sehingga bisa memperpanjang kemacetan.

“Sebaiknya gunakan jalur alternatif agar terhindar dari kemacetan. Kita belum bisa memprediksi hingga kapan kemacetan bisa terurai menjadi normal kembali sebab kendaraan truk batubara ini mengalami kerusakan patah As dan patah baut begol. Kemungkinan perbaikan bisa memakan waktu yang cukup lama,” pungkas Kanit Turjawali.(Lee)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *