Gelapkan Uang Nasabah Tiga Eks Karyawan BSB OKU Selatan Ditahan Jaksa

OKU Selatan, Peristiwaterkini.id  – Kejaksaan Negeri kabupeten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) Sumatera Selatan, melakukan penahanan terhadap tiga orang oknum karyawan Bank SumselBabel di kabupaten yang dilakukan oleh jaksa penyidik setempat sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penggelapan dana nasabah.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumsel Mohd Radyan, di Palembang mengatakan para tersangka adalah karyawan BSB Muara Dua OKUS berinisial MI selaku Teller, DG selaku Customer Service, dan RSP selaku petugas keamanan, Kamis (5/01/2023).

“Ketiga pelaku ini ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan pada Kamis malam setelah penyidik Kejaksaan Negeri OKU Selatan setelah mendapatkan cukup barang bukti dan diperkuat dengan keterangan saksi dan ahli,” ucapnya.

Saat ini lanjutnya, Penahanan para tersangka dilakukan hingga 20 hari ke depan terhitung sejak Kamis 5 Januari 2023 di Rumah Tahanan Negara Kabupaten OKU Selatan.

Menurutnya, dari hasil penyelidikan tersebut diketahui ketiga tersangka ini diduga saling bekerjasama untuk melakukan penyalahgunaan wewenang penggelapan dana nasabah bank pembangunan daerah.

Penggelapan yang di sangkakan terhadap para tersangka ini yaitu dengan cara merekayasa slip formulir penarikan uang nasabah, memalsukan tanda tangan nasabah

Adapun penggelapan yang disangkakan terhadap para oknum karyawan tersebut dilakukan dengan cara merekayasa slip formulir penarikan uang nasabah, memalsukan tanda tangan nasabah dan memalsukan data di mesin ATM Bank SumselBabel.

“pertama tersangka MI melakukan pemalsuan slip formulir nasabah untuk kemudian ditarik secara tunai oleh tersangka DG, Setelah itu, uang nasabah tersebut disetorkan secara tunai ke nomer rekening tersangka RSP dan selanjutnya RSP mentransferkannya lagi kepada tersangka MI,” jelasnya.

Modus lainnya, tambahnya, tersangka MI mengambil sebagian uang yang seharusnya disetorkan ke dalam mesin ATM. Lalu mengambil uang nasabah untuk mengembalikan uang fisik pada mesin ATM yang sudah diambil itu.

Dia menyebutkan, aktivitas tersebut dilakukan tersangka secara berulang setidaknya selama tahun 2022 hingga menimbulkan kerugian pada Bank dengan jumlah total nilainya mencapai Rp1,211 miliar.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang-undang (UU) nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *