Jelang Malam Tahun Baru, Satintelkam Polres OKU Himbau Pedagang Kembang Api

OKU, Peristiwaterkini.id – Momen perayaan malam pergantian tahun selalu identik dengan pesta kembang api serta petasan. Hal itu terjadi hampir diseluruh pelosok negeri tak terkecuali di Kabupaten OKU. Oleh karena nya, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan pada momen malam pergantian tahun, Polres OKU Polda Sumsel melalui Satuan Intelkam Polres OKU pimpinan Kasat Intelkam AKP Hendri Antonius melakukan himbauan dengan mendatangi para penjual kembang api yang berada disejumlah titik di kota Batuaraja pada Rabu, (28/12/2022).

Hasilnya, dari pantauan yang dilakukan hampir disetiap pedagang kembang api ditemui adanya petasan yang dijual. Mereka (para pedagang) berdalih petasan itu merupakan stok lama yang dijual kembali.

“Ini stok lama pak, sisa tahun kemarin. Jadi saya jual lagi,” ucap salah satu pedagang.

Sementara pedagang lain nya, Tri wijaya mengaku jika dirinya membeli petasan dan kembang api yang dijualnya melalui toko online. Mereka cukup nekad untuk membeli dan menjual meski mengetahui hal tersebut dilarang.

“Saya beli online pak, tapi tidak banyak, hanya ini saja. Untuk yang kecil saya jual 8000 per ikat. Sementara yang sedang 15.000 per ikatnya” ucapnya seraya menunjuk petasan yang dijualnya.

Sementara itu Kapolres OKU AKBP Danu Agus Purnomo melalui Kasat Intelkam Polres OKU AKP Hendri Antonius mengatakan himbauan yang dilakukan Pihaknya untuk mengantisipasi terjadinya hal yang bisa merugikan masyarakat pada malam pergantian tahun. Himbauan itu sendiri kata dia sudah yang ke dua kalinya dilakukan.

“Kita melakukan himbauan. Jadi para pedagang yang kita temui menjual petasan kita himbau untuk tidak menjualnya lagi. Hal ini untuk menciptakan kondisi aman serta nyaman bagi masyarakat pada malam perhatian tahun nanti” Ujar AKP Hendri.

AKP Hendri pun mengakui jika dari hasil penelusuran nya dibeberapa pedagang petasan, pihaknya menemui adanya petasan yang dijual oleh pedagang. Namun dari ukuran nya hanya ditemui yang berukuran kecil saja.

“Yang kita temui semuanya yang berukuran di bawah 2 inci. Sementara yang tidak boleh beredar itu yang ukuran diatas 2 inci. Namun tetap kita himbau untuk tidak lagi menjualnya karena dapat merugikan masyarakat luas terutama pada malam tahun baru nanti,” pungkasnya.(Lee)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *