SUMSEL  

Anggota DPRD OKU dan MUI Kecamatan Baturaja Timur Sepakat, Permainan Capit Boneka Haram

OKU, Peristiwaterkini.id  – Maraknya  Permainan  capit boneka di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) membuat sejumlah pihak angkat bicara. Diantaranya Komisi I DPRD Kabupaten OKU serta  MUI Kecamatan Baturaja Timur  Kabupaten OKU.

Dari hasil perbincangan portal ini bersama  anggota Komisi I DPRD Kabupaten OKU Naproni ST M I Kom mengatakan  bahwa permainan tersebut sudah sangat meresahkan masyarkat OKU Khusus nya orang tua anak – anak yang gemar memainkan permainan capit boneka.

“Fenomena permainan capit boneka yang sudah menyebar di wilayah kabupaten OKU ini, terutama yang diletakan di warung – warung kecil yang terletak tidak jauh dari sekolah sekolahan dan minimarket . Ini sudah cukup meresahkan masyarakat terutama para ibu – ibu dengan perekonomian  menengah kebawah. Tatkala mereka sibuk memikirkan cara untuk bertahan hidup, justru dibebani dengan rengekan anak-anak nya yang meminta uang untuk bermain capit boneka.” Kata Naproni.

Naproni menegaskan bahwa bermain capit boneka tersebut terdapat unsur judi yang dapat membuat mental anak menjadi lemah dan tidak produktif kedepan nya.

” Saya sebagai anggota DPRD Kabupaten OKU meminta agar pihak pengelolah perusahaan tersebut untuk menyetop usahanya di OKU ini, apa bila perlu angkat kaki dari kabupaten OKU ini.” Tegasnya.

Sumber lain yang juga ikut angkat bicara mengenai fenomena permainan capit boneka ini adalah  Ketua MUI Kecamatan Baturaja Timur H Zulpan Baron. Dirinya menjelaskan sebelum permainan capit boneka ini membuming di Kabupaten OKU, permainan itu sudah lama beredar. Dan sejak permainan itu, pada tahun 2007 silam MUI pusat sudah membuat fatwa terhadap permainan yang di himpun dibawah naungan Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI).

“Ketika permainan ini dibuat aturan yang mengandung peruntungan dan  judi maka itu menjadi haram. Itulah yang kemudian dilanjutkan oleh fatwa MUI di daerah seperti di Purworejo dan di Jawa barat tentang pengharaman yang sudah fokus pada permainan capit boneka. Kenapa diharamkan, karena mengandung unsur peruntungan dan judi,” jelas Baron.

Dan di OKU sendiri lanjut Zulfan Baron pihaknya sudah mengundang berbagai pihak untuk membahas permainan ini.  Namun sayang beberapa undangan sepeti Kabag hukum, Camat kala itu tidak hadir dan tak berwkail. Hanya polres  OKU, Kodim 0403 OKU, Dinas perizinan Serta ormas keagamaan yang hadir. Pada rapat itu MUI memberi rekomendasi kepada pihak terkait untuk menindak lanjuti  permainan itu.

“Itu sudah kita lakukan di awal bulan Desember 2022 kemarin. Namun kami tidak punya wewenang untuk melakukan penyetopan permainan ini. Kami hanya mensosialisasikan dan meminta kepada pihak yang berwenang untuk mengatasi maslah yang meresahkan masyarakat terkait permainan capit boneka tersebut.” Lanjutnya.

Masih menurut  H Zulfan Baron, dalam pandangan pihaknya dan pandangan masyarakat luas terkait permainan capit boneka
cukup membahayakan generasi penerus bangsa, dikarenakan permainan capit boneka terdapat unsur peruntungan dan unsur perjudian yang seakan akan secara sitemmatis ditanamkan kepada anak – anak bangsa.

” Hal itu betul – betul menghawatirkan kita, karna menurut penelitian  anak – anak yang sudah kecanduan dengan permainan – permainan yang unsur perjudian yang sangat kental itu akan membuat mental mereka nanti menjadi mental – mental kerdil yang membuat mereka gemar mengambil keputusan beresiko tinggi, walaupun nantinya mereka sadar bahwa keputusan nya bisa merugikan bagi mereka sendiri.” Katanya lagi.

Senada dengan Anggita DPRD OKU, MUI Kecamatan Baturaja Timur pun sepakat bahwa permainan capit boneka haram. Sebab hal tersebut sudah selaras dengan apa yang di fatwakan MUI pusat.

“MUI Kecamatan Baturaja Timur akan terus mendukung majelis Ulama Kabupaten OKU dan juga mendukung keputusan Fatwa MUI pusat untuk mensosialisasikan terkait tentang haramnya permainan capit boneka tersebut,” Pungkasnya.(Lee)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *