Over Alih Objek Jaminan Fidusia Dapat Dipidana

Lampung, Peristiwaterkini.id – Pengalihan jaminan fidusia atau over alih kredit merupakan proses pengalihan kepemilikan suatu benda beserta dengan pembayaran angsurannya yang masih dalam status kredit kepada individu yang menjadi pihak ketiga. Tindakan tersebut ilegal dan melanggar pidana apabila dilakukan tanpa sepengetahuan perusahaan pembiayaan suatu benda yang menjadi objek jaminan fidusia.

PT Federal International Finance (FIFGROUP) yang merupakan salah satu perusahaan pembiayaan ritel terbesar di Indonesia mendapati adanya tindakan over alih kredit yang dilakukan oleh salah satu debitur nama inisial ST di FIFGROUP Cabang Lampung tepatnya di Perum BKP, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung.

ST harus menjadi terpidana lantaran secara ilegal atau tanpa sepengetahuan FIFGROUP Cabang Lampung telah melakukan over alih kredit terhadap objek jaminan fidusia berupa kendaraan roda dua merk Honda tipe All New Beat CW dengan nomor polisi BE 2749 ACE. Jaminan fidusia itu sendiri merupakan hak jaminan atas sebuah benda dalam proses kredit yang tetap berada di dalam penguasaan debitur sebagai agunan dalam pelunasan utang tertentu.

Dalam persidangan yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri 1A Tanjung Karang pada Rabu, 26 Oktober 2022, ST mengakui tindakan pidana yang telah ia lakukan tersebut. Akibat perbuatannya, Hakim menjatuhkan hukuman berupa sanksi pidana penjara selama 6 bulan ditambah denda sebesar Rp1 juta seperti yang tertuang di dalam putusan Nomor 882/Pid Sus/2022/PN Tjk.

ST mengajukan kredit sepeda motor yang dimaksud di FIFGROUP Cabang Lampung pada 23 Januari 2019 dengan kontrak tenor selama 32 bulan dan angsuran sebesar Rp788 ribu setiap bulannya. Pembayaran mulai menunjukkan tunggakan pada angsuran ke-12 dan tidak ada itikad baik yang dari ST selaku debitur untuk menyelesaikan pembayarannya.

FIFGROUP Cabang Lampung melakukan tindakan persuasif mulai dari menagih melalui telepon hingga mengunjungi rumah debitur agar membayar kewajiban angsuran. Selain itu, somasi juga dilayangkan sebagai bagian dari itikad baik perusahaan mengikuti prosedur dan regulasi yang berlaku dalam menagih hingga pada akhirnya debitur tersebut menyebutkan bahwa unit sudah di-over alih kredit kepada pihak lain tanpa menginformasikannya ke FIFGROUP Cabang Lampung.

Atas tindakan tersebut, FIFGROUP Cabang Lampung melaporkan ST kepada pihak kepolisian hingga memasuki proses pengadilan. Tindakan yang dilakukan oleh ST telah melanggar Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia Pasal 23 Ayat (2) yang menyatakan bahwa Pemberi Fidusia dilarang mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan benda yang menjadi objek jaminan Fidusia kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penerima Fidusia.

Apabila melanggar, tindakan tersebut diancam pidana sebagaimana yang tercantum di dalam Pasal 36 UU Jaminan Fidusia dengan hukuman penjara maksimal 2 tahun dan denda maksimal sebesar Rp50 juta.
Kepala FIFGROUP Cabang Lampung, Anton Sugiarto menghimbau kepada seluruh customer untuk melapor dan datang ke kantor apabila mengalami kesulitan dalam pembayaran angsuran segera agar mendapatkan solusi penyelesaian, sehingga tidak merugikan satu sama lain.

“Saya berharap customer tidak mengalihkan, menggadaikan atau menjual objek jaminan fidusia karena perbuatan tersebut dapat dikenakan sanksi pidana dan ancaman hukuman penjara” tutur Anton.

PT Federal International Finance (FIFGROUP) merupakan anak perusahaan PT Astra International Tbk yang bergerak di bidang usaha pembiayaan ritel terbesar di Indonesia yang juga menjadi bagian dari Astra Financial.

Dalam menjalankan bisnisnya, FIFGROUP memiliki lima brand services yang menyediakan layanan pembiayaan, yaitu FIFASTRA untuk pembiayaan sepeda motor Honda, SPEKTRA untuk pembiayaan alat elektronik, gadget, dan perabot rumah tangga, DANASTRA melayani pembiayaan multiguna, FINATRA yang merupakan brand service baru FIFGROUP melayani pembiayaan produktif untuk usaha mikro, serta AMITRA yang melayani pembiayaan porsi Haji, paket Umrah, Beli Emas, dan pembiayaan produk syariah lainnya.

Dalam menjalankan roda bisnisnya, FIFGROUP didukung dengan jumlah jaringan yang terdiri dari 243 kantor cabang, 378 Point of Service (POS), dan lebih dari 1.000 kios. Selain itu, untuk memberikan layanan yang mudah diakses dan aman, FIFGROUP turut mengembangkan beragam program digitalisasi, seperti menyediakan layanan melalui aplikasi FIFGROUP Mobile Customer, (Koko).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *