Para Kepala Desa Keluhkan Sisa Pencairan ADD 2021 Tak Kunjung Cair

Foto : ilustrasi

OKU, Peristiwaterkini id – Para Kepala Desa yang tergabung dalam Forum Kepala Desa se Ogan Komering Ulu (OKU), mengeluhkan Anggaran Dana Desa (ADD) termin terakhir tahun 2021 hingga detik ini belum mengalir ke rekening Desa. Padahal, tahun 2022 hanya tinggal menghitung hari saja.

Hal ini membuat, 143 Kades di Bumi berlujuk Sebimbing Sekundang mengaku harus berhutang untuk membayar Honor diantaranya Honor linmas, Honor pengurus masjid/mushola, Honor guru PAUD termasuk Honor guru ngaji (TPA).

“Kami harus ngutang kesana kesini untuk membayar Honor Honor mereka. Karena ini berkaitan dengan harga diri jika kami belum membayarkan hak mereka. Sementara ADD termin terakhir 2021 hingga detik ini belum cair, “ucap salah satu Kades, Kamis (10/11/2022).

Apalagi para Kades mengaku, ADD tahun 2022 ini, pihaknya juga harus berfikir lagi untuk memberikan Honor para guru yang nota bene turut mencerdaskan generasi muda di desa desa.

” Bagaimana mereka memberikan ilmu untuk anak anak sementara hak mereka tidak diberikan. Jadi omong kosong pemerintah membantu mencerdaskan anak bangsa jika dilihat modelnya begini, “jelas Kades lainya.

Pihak Desa mengaku telah berulang kali menanyakan ini ke pemerintah daerah, baik Dinas PMD, Bupati serta DPRD. Namun, belum ada kejelasan kapan dana yang sudah menjadi hak Desa itu dikucurkan.

“Kalau datang ke PMD mereka menjawab sudah dua kali mengirim surat ke BKAD tunggu saja, kalo DPRD jawabanya juga berusaha, ke Bupati juga sudah kami sampaikan, intinya mereka meminta bersabar termasuk dana ADD tahun 2022 ini, “Jelasnya.

Para kepala Desa di OKU sendiri mengaku jika berhadapan dengan Dinas PMD setempat mereka dituntut untuk bekerja dengan baik. Namun, disisi lain PMD sendiri tidak bisa membela hak Desa demi kemajuan Desa di OKU ini.

Masih kata para kepala desa, jumlah besaran ADD yang belum di bayarkan pemerintah daerah kepada desa adalah sebesar 20 % dari besaran anggaran. Jika di hitung angka nya cukup besar, apalagi di kalikan dengan jumlah 143 desa

“Masih 20 % lagi. Kalau nomioa rupiahnya ya tak sama. Sebab besaran add masing – masing desa beda – beda,” kata para kades serentak.

Disisi lain Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) OKU saat dikonfirmasi belum memberi jawaban tekait permasalahan ini.(Lee)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *