Proyek Tak Sesuai Usulan Desa, Kades : Saya Minta Proyek ini Dihentikan

OKU, Peristiwaterkini.id – Kepala Desa Gedung Pakuon kecamatan Lengkiti Hei Kusuma bersama perangkat desanya Rabu (9/11/2022) mendatangi kantor Bupati OKU. Kedatangan kades dan perangkatnya itu guna menyampaikan penolakan terhadap pengerjaan sebuah proyek yang mereka sebut proyek siluman.

Kepada para wartawan Helmi Kusuma mengatakan tujuan kedatangan nya untuk meminta proyek tersebut dibatalkan sementara waktu. Difasilitasi Staf Khusus Bupati Bowo Sunarso dan Nazier mereka lalu diterima diruang asisten II dihadiri Delly Octavian selaku Asisten II Setda OKU dan Sekdin PUPR Eddy Surya.

Dihadapan Asisten II, Kades Gedung Pakuon Helmi Kusuma menyampaikan poin alasan mereka menolak proyek jalan di desa mereka Lantaran proyek tersebut secara azas manfaat kurang bermanfaat serta tidak sesuai dengan usulan mereka di beberapa kesempatan musrembang beberapa waktu lalu. Bahkan dikatakannya, apabila masih dilaksanakan ditakutkan akan membuat warga resah.

Bahkan Helmi menyebut proyek pengerasan jalan itu bukan skala prioritas karena jalan menuju kebun dan sudah pernah dilakukan pengerasan. Proyek ini kata Helmi akan sia-sia karena setelah beberapa waktu nanti akan kembali ditumbuhi semak belukar.

“Proyek itu bukan usulan desa. Bahkan proyek yang diusulkan dalam musrembang sejak 2019 lalu belum diakomodir hingga saat ini. Malah masuk proyek lain.Proyek yang diusulkan dalam musrembang yakni proyek pengembangan jalan lingkar desa yang dapat memperluas atau pengembangan desa dan sangat bermanfaat untuk masyarakat, “jelas Helmi.

Kades tersebut menegaskan dan mewakili warganya berharap proyek pengerasan jalan yang belum di ketahui siapa pemiliknya itu.

“Jika tidak dihentikan maka saya khawatir akan terjadi keributan antar pemborong yang telah mengerahkan penjaga dalam melakukan pekerjaan proyek dan membawa senjata tajam. Ini tentu bisa memantik emosi warga saya. Oleh sebab itu kami harap dihentikan, kami tidak butuh proyek itu yang kami butuh usulan kami dibangun yang Saya sampaikan saat musrembang. Bagi kami, satu atau dua meter saja jalan dibangun sudah cukup asalkan itu memang dari usulan kami dan pasti bermanfaat untuk warga, jangan seperti ini pihak desa saja tidak tau apalagi warga,”tutur Kades.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR OKU Eddy Surya saat dikinfirmasi wartawan usai audiensi tersebut tampak menjelaskan tidak sesuai dengan apa yang dijelaskanya kepada Kades dan warga. Dimana pada saat beraudiensi dengan kades dan perangkat nya Eddy mengatakan dengan jelas jika memang banyak proyek yang nembak ‘pucok kudo’ dan ini nampaknya juga terjadi di desa Gunung Pakuon.

Namun, saat wartawan mewawancarai dirinya nampak mencabut ucapanya dan berkata itu memang menjadi usulan warga dan telah melewati tahapan surve dan lainya.

“Semuanya itu ada usulan yang bukan nembak pucok kudo, ini ada yang emergenci dan ada yang bukan emergenci. Proyek yang dibangun saat ini mungkin dianggap emergenci, itu anggapan saya, ” katanya.

Eddy mengaku akan mengakomodir usulan warga, namun dirinya mengatakan tidak bisa memastikan pemberhentian proyek tersebut dan meminta proyek yang sudah berjalan untuk jangan diributkan dan tetap dijalankan.

“Proyek ini sudah ada PERDA nya Jika akan ditarik atau dihentikan harus melalui paripurna. Saya pastikan tahun depan proyek jalan lingkar desa usulan warga diprioritaskan, ” Katanya.

Dirinya mengatakan, hasil audiensi ini akan sampaikannya ke atasan dan ke pihak pemborong untuk mencari solusi terbaik sehingga tidak menimbulkan konflik antar warga dan pekerja proyek.

Usai audiensi Kades bersama perwakilan warga gedung Pakuon tampak tidak puas dengan solusi yang diberikan oleh Selain PUPR dan Plt Asisten II. “Sekali lagi tidak ada pembangunan proyek selain usulan warga dan desa. Karena usulan kami itu sangat dibutuhkan untuk peluasan desa,” Tutup Kades Gedung Pakuon.(Lee)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *