Waduh.., Siswa Pemilik 7 kg Ganja Ternyata Sekolah Disini

OKU, Peristiwaterkini.id – Wajah dunia pendidikan Kabupaten OKU kembali tertampar. Betapa tidak, seorang siswa yang seyogyanya menuntut ilmu di sekolah namun justru ditangkap BNNk OKU Timur  lantaran  memiliki, menguasai narkotika jenis ganja seberat 7 kg lebih. Hal ini menunjukkan masih lemahnya pengawasan para orang tua serta para guru di sekolah dalam mengawasi anak didiknya terutama dalam bidang penyalahgunaan narkoba.

Padahal tak jarang Aparat Penegak Hukum (APH) memberikan sosialisasi mengenai bahaya narkoba bahkan hingga berkunjung ke sekolah – sekolah.

Seperti kasus yang viral baru – baru ini terjadi dimana seorang siswa sekolah menengah diamankan petugas BNNK OKU Timur. Di ketahui siswa berinisial ADF (17) merupakan salah satu siswa dari jurusan teknik las SMKN 03 OKU.

Hal itu dibenarkan kepala SMKN 03 OKU Hanafi saat dijumpai di SMKN 03 OKU Sabtu (29/10/2022). Hanafi mengatakan jika dirinya juga sudah mendengar berita terkait siswanya itu.

“Iya benar, kita akui yang bersangkutan siswa kita dari kelas XII jurusan teknik las,” kata Hanafi.

Namun Hanafi berdalih jika pihaknya merasa kecolongan dengan perbuatan siswanya itu. Dirinya tak menyangka jika anak didiknya menguasai narkoba sebanyak itu.

“Kita tak menyangka kalau dia (ADF, red) memiliki ganja sebanyak itu. Dari mana dia mendapatkannya,” gumam Hanafi.

Kendati ADF telah ditangkap lantaran tersandung kasus penyalahgunaan narkoba, namun pihaknya saat ini belum menentukan sikap sebagai bentuk sanksi tegas dari sekolah terhadap nya. Hanafi mengaku masih akan menggelar rapat bersama dewan guru serta komite sekolah untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kalau diberhentikan belum, sementara ini kita masih mengikuti perkembangan kasusnya. dalam waktu dekat kita juga akan rapat bersama dewan guru untuk membahas masalah ini,” lanjutnya.

Dikonfirmasi mengenai keseharian ADF, Hanafi mengaku kurang mengetahui persis. Namun sejauh yang ia tahu, ADF bukanlah siswa kostan yang jauh dari pantauan orang tua.

“Dia ini tinggal di wilayah Sukajadi bersama orang tuanya. Tapi kalau kesehariannya saya kurang tahu. Apalagi selama 2 tahun belakangan ini sekolah hanya melalui daring, jadi kita tidak bisa terlalu memantau keseharian siswa,” dalihnya.

Masih kata Hanafi, kasus yang menimpa siswa didik nya merupakan pelajaran berharga bagi dirinya dan para dewan guru SMKN 03 OKU untuk kedepan nya lebih introspeksi diri. Hanafi tak ingin Gegara perbuatan 1 siswa akan berimbas pada rusaknya citra satu sekolah.

“Tentu kita tidak ingin gara – gara satu siswa akan merusak nama ribuan siswa yang lain. Ini akan menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk kedepan nya,” pungkasnya.(Lee)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *