OKU, SUMSEL  

Progam KUR Tani Kurang Diminati Meski Petani Tak Dapat Bantuan Bibit

OKU, Peristiwaterkini.id – Tahun 2022 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) jagung yang ada di kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti biasanya, untuk mengatasinya petani menanam jagung secara swadaya.

Hal ini di ungkapkan Kepala dinas pertanian Joni Saihu Sp. M, SI melalu kabid tanaman pangan Ir Septianita SSP saat ditemui kantornya, Selasa (25/10)2022). Menurut Septianita tahun ini memang tidak ada bantuan bibit jagung dari pemerintah, pemerintah menggantinya dengan program pembelian secara KUR dengan bunga yang rendah kepada petani.

“Bantuan bibit tahun 2022 sudah di usulkan namun tidak ada, dari kementrian mengeluarkan pembelian secara KUR, baik itu pupuk dan bibit di beli secara KUR dengan pembelian secara murah di beberapa tempat yang sudah di sediakan oleh kementrian pertanian,” ucap Setianita.

Jadi jelas, tanaman jagung yang ditanam petani saat ini merupakan bibit swadaya. Namun saat ini petugas di lapangan (penyuluh pertanian) masih terus mendata untuk kembali mengusulkan bantuan bibit jagung untuk tahun depan. Pendataan itu sendiri telah berlangsung di beberapa kecamatan.

” Sedang mendata untuk mengusulkan kembali bibit jagung untuk tahun 2023 mendatang, mekanismenya kita mulai dari kelompok tani, ke BPP setelah itu baru ke kita. Rencanannya jika peraturan lama bisa di anulir dari kementrian pusat tahun 2023 bisa diusulkan kembali dengan harapan dapat meningkatkan hasil para petani,” jelasnya.

Dengan tidak adanya bantuan dari pemerintah, tentu hal tersebut memberatkan petani jagung meski ada program KUR. Hak ini di cetuskan Oktri salah satu petani jagung yang ada di kecamatan Lubuk Raja. Untuk tahun ini Ia terpaksa menanam jagung dengan modal sendiri atau swadaya.

” Tahun ini tidak ada bantuan bibit jagung dari pemerintah, untuk itu kita petani jagung membeli dengan modal sendiri. Memang pernah di tawari pinjaman dengan KUR rendah dari pemerintah dengan sistem pembayarannya dibayar saat panen tiba, namun petani tidak mengambilnya karena takut hasil panen tidak sesuai dengan harapan atau berkurang,” ungkap Oktri.

Data dari Dinas pertanian sejak Januari hingga September 2022 lahan untuk pertanian jagung secara global sudah mencapai 10.700 hektar. Dari jumlah itu, yang paling luas adalah daerah Lengkiti sebanyak 6000 hektar dengan menggunakan lahan sewa omiba.(gun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *