Pembangunan Padepokan Belum Terealisasi, Warga Pusar Kecewa

beberapa warga desa pusar yang menemui sekda OKU untuk meminta solusi terkait pembangunan padepokan di desa pusar yang tak jelas realisasinya

OKU, Peristiwaterkini.id – Pembangunan Pedepokan di Desa Pusar Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yang dijadwalkan bakal dibangun tahun ini, belum juga dapat terealisasi. Akibatnya warga pusar yang telah dibuai angin segar merasa kecewa lantaran belum adanya kejelasan mengenai kapan pembangunan padepokan itu akan di laksanakan.

Salah satu warga Desa Pusar sekaligus Ketua Forum Komunikasi Badan Permusyawaratan Desa (FKBPD) OKU, Garsubi, mempertanyakan hal itu mengapa belum juga dibangun. Bahkan rencana pembanguan pedepokan itu sudah sampai tahap survey.

Berbagai upaya ia lakukan, mulai dari menemui Anggota DPRD OKU serta menemui Sekretaris Daerah (Sekda) OKU. Namun hasilnya masih nihil.

“Baru saja saya pulang dari menemui Sekda tapi tak ada keputusan, karena Sekda juga sudah nelpon pak Kadin Pariwisata namun dak diangkat. Jadi nunggu pak Bupati nanti dihari kamis,” katanya.

Dikatakan Garsubi, pembanguan pedepokan tersebut adalah aspirasi dari DPRD OKU yang Kemudian diusulkan dalam kegiatan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten OKU.

Sementara itu Ketua Komisi III DPRD OKU, Densi Hermanto mengatakan, waktu pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2022, Kadin Pariwisata tidak ikut dalam mekanisme rapat.

“Cuma hadir namun tidak sempat rapat dimulai Kadin-nya sudah pulang duluan. Nah abis itu, memang ada wacana pergeseran. Akhirnya belum kami setujui pergeseran anggaran dari Kadin Pariwisata itu,” jelasnya.

Setelah rapat selesai, lanjut Densi, keesokan harinya warga Desa Pusar datang ke Komisi III sekitar 20 orang, mempertanyakan tindak lanjut pembangunan tersebut.

“Rapatlah kami di Komisi III, Kebetulan Pak Topan pada waktu itu tidak bisa hadir karena baru sampai dampingi Bupati ke Jakarta. Akhirnya yang datang waktu itu Sekretarisnya, H Imron,” ujar Densi.

Didalam rapat itu sudah disepakati, menurut keterangan Densi, bahwa tidak ada pergeseran anggaran tesebut. Terkait teknis, Densi sudah meminta Dinas Pariwisata untuk membicarakan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pusar.

“Ternyata saat ada evaluasi dari Provinsi Sumsel, Dinas Pariwisata masih mengupayakan penggeseran anggaran ke kegiatan perjalanan dinas. Nah ini bukan mekanisme DPRD lagi,” Masih kata Densi, DPRD telah berkomitmen, yang mana pembangunan tersebut adalah bentuk penunjang dari wisata Desa Pusar. Dan dikatakan Densi, selama ini Pokdarwis belum pernah ada campur tangan APBD dan sudah berjalan tanpa APBD.

“Itulah bentuk apresiasi Pemerintah menunjang itu. Nah salah satu anggotanya meminta panggung seni dan fasilitas Musholla disana,” sambungnya.

Atas kejadian tersebut, DPRD OKU sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan seorang Kadin. Yang mana seharusnya pembangunan itu sudah berjalan di bulan Maret 2022 kemarin.

“Namun sampai di APBD Perubahan ini pun pembangunan itu belum di realisasikan,” pungkasnya.

Sayangnya kepala Dinas Pariwisata Kabupaten OKU H. Topan Indra saat di temui di kantor nya untuk di konfirmasi sedang tak berada di kantor. Di kantor dinas pariwisata hanya ada beberapa Staf dan TKS saja.(Lee)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *