OKU, SUMSEL  

P-19, Berkas Perkara Penipuan Berkedok Pengobatan Alternatif Dikembalikan

Armein Ramdhani, SH.MH

OKU, Peristiwa terkini.id – Kejaksaan Negeri Kabupaten Ogan Komering Ulu (Kejari OKU) mengembalikan berkas perkara kasus penipuan berkedok pengobatan non, medis (alternatif) dengan tersangka TN (33) ke pihak kepolisian. Hal itu disampaikan Kajari OKU Asnath Anytha Idatua Hutagalung, SH.MH melalui Kasi Pidum Kejaksaan Negeri OKU Armein Ramdhani, SH.MH saat dibincanngi  diruang kerjanya Rabu (5/10/2022).

Dikatakan Armein, dari hasil penelitian tim penyidik kejaksaan, masih ada kekurangan berkas yang harus dilengkapi oleh penyidik kepolisian. “Setelah kita teliti berkas perkara dinyatakan P19 atau masih ada yang harus dilengkapi,” kata Armein.

Salah satu petunjuk yang disampaikan lanjut Armein, Penyidik kejaksaan meminta pemilik ATM atas nama rekening tersebut yang dipergunakan tersangka juga diperiksa oleh pihak kepolisian, karena menurutnya ada sedikit kejanggalan.

“Seharusnya ATM itu diperpanjang setiap beberapa tahun sekali, dan rekening itu sudah dipergunakan sejak lama, rekening ini milik orang lain yang dipergunakan oleh tersangka TN, makanya kami minta penyidik untuk di periksa dan didalami lagi perihal keterlibatan pemilik rekening ini,” ujarnya.

Berkas perkara itu lanjutnya sudah diambil oleh penyidik kepolisian. “mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dipenuhi oleh pihak penyidik kepolisian,” tandasnya.

Seperti di beritakan sebelumnya bahwa pada tahun 2017 hingga tahun 2021 TN (33) diduga melakukan penipuan bermodus pengobatan Non Medis (Alternatif) terhadap Tria Noviani (36) yang menguras harta korban hingga mencapai nyaris 1 milyar rupiah.

Kronologisnya tersangka mengaku mempunyai kenalan seorang ustadz yang bisa mengobati berbagai macam penyakit. Seiring berjalan nya waktu, Tersangka  lalu memberikan nomor handphone orang yang disebutnya bisa mengobati korban. Beberapa waktu kemudian ada yang menghubungi korban Via SMS mengaku seorang ustad dengan menggunakan nomor HP yang seperti diberikan tersangka menawarkan pengobatan non medis secara online kepada korban dan korbanpun setuju.

Selama proses pengobatan, korban telah melakukan pengobatan dengan ustad  sebanyak 23  kali sejak 2017 sampai dengan 2021. Selama berobat itu korban diminta membayar  uang mahar yang  totalnya sudah mencapai Rp983.580.018.

Uang sejumlah itu kata korban,  ditransfernya ke salah satu bank swasta atas nama RG. Korban yang juga ibu rumah tangga ini selalu dimodusi oleh Tersangka dengan berbagai cara  yang sangat halus sehingga tidak menyadari uangnya  sudah ratusan juta habis.

“Kalu dio minta transfer dio tu makso dan pernah sampai aku tejual tanah, (kalau dia minta transfer dia memaksa, dan pernah saya sampai saya menjual tanah),” sesal ibu muda  ini dengan nada kesal.

Namun, Setelah berjalan 4 tahun  proses  pengobatan tidak jua menunjukkan hasil seperti yang di inginkan. Pada saya itu barulah korban sadar bahwa dirinya telah ditipu TN. Begitu juga dengan  orang yang disebut-sebut ustad hanyalah rekayasa  belaka. Bahkan rekening bank  atas nama  RG yang katanya milik Ustad diduga milik orang lain. Merasa telah dirugikan, korban lalu melapor ke SPKT Mapolres OKU. (Lee)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *